Bacalah dengan seksama, dan jangan samapai ada yang terlewatkan,,, karena kisah yang tertera dibawah ini merupakan sebuah kisah yang nyata.......
Cobalah simak berikut ini,...?
“Saya melakukan sebuah dosa besar, saya telah bertaubat, tetapi saya mengulangi lagi perbuatan dosa tsb,
apakah jika saya bertaubat, taubat saya akan diterima oleh Allah?”
“Saya termasuk orang yang rajin beribadah,sholat tidak pernah saya tinggalkan,tetapi ketika saya bertemu dengan pacar saya, saya bisa melakukan zina. Saya bertaubat, tetapi saya juga selalu mengulangi perbuatan dosa tsb.”
“Saya adalah seorang murid yang pernah melakukan dosa besar,saya bertaubat secara lisan, hati dan perbuatan di depan Guru Ngaji saya di hadapan Allah bersumpah meninggalkan dosa yang pernah saya lakukan dan mengganti dengan amal ibadah yang banyak. Namun beberapa tahun kemudian saya melakukan kembali dosa yang sama.. apakah saya masih akan diampuni Allah?
Tampilkan postingan dengan label Cerpen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerpen. Tampilkan semua postingan
Kamis, 27 November 2014
KISAH TAUBAT SEORANG WANITA
KISAH TAUBAT YANG PALING MENGAGUMKAN
Imam Muslim dalam
Shahihnya , dan juga para penulis kitab sunnah telah meriwayatkan sebuah
kisah taubat yang paling mengagumkan yang diketahui oleh manusia. Pada
suatu hari Rasulullah
duduk di dalam masjid, sementara para sahabat beliau duduk mengitari beliau. Beliau mengajari, mendidik dan mensucikan (hati) mereka.
Majelis tersebut dipenuhi oleh sahabat besar Nabi .
duduk di dalam masjid, sementara para sahabat beliau duduk mengitari beliau. Beliau mengajari, mendidik dan mensucikan (hati) mereka.
Majelis tersebut dipenuhi oleh sahabat besar Nabi .
Tiba-tiba datanglah seorang wanita berhijab masuk ke pintu masjid. Kemudian Rasul pun diam, dan diam pula para sahabat beliau .
Sabtu, 15 November 2014
Kisah Humor 1001 Malam (Abu Nawas Mengecoh Sang RAJA)
Mengecoh Raja
Sejak peristiwa penghancuran barang-barang di istana oleh Abu
Nawas yang dilegalisir oleh Baginda, sejak saat itu pula Baginda ingin
menangkap Abu Nawas untuk dijebloskan ke penjara. Sudah
menjadi hukum bagi siapa saja yang tidak sanggup melaksanakan titah
Baginda, maka tak disangsikan lagi ia akan mendapat hukuman. Baginda tahu Abu Nawas amat takut kepada beruang.

Suatu hari Baginda memerintahkan
prajuritnya menjemput Abu Nawas agar bergabung dengan rombongan Baginda
Raja Harun Al Rasyid berburu beruang.
Abu Nawas merasa takut dan gemetar tetapi ia tidak berani menolak perintah Baginda.
Kisah Humor 1001 Malam (Abu Nawas Mendemo Tuan Kadi)
Abu Nawas Mendemo Tuan Kadi

Wanita tua itu berkata beberapa patah kata kemudian diteruskan dengan si pemuda Mesir.
Setelah mendengar pengaduan mereka, Abu Nawas menyuruh murid-muridnya menutup kitab mereka.
"Sekarang pulanglah kalian. Ajak
teman-teman kalian datang kepadaku pada malam hari ini sambil membawa
cangkul, penggali, kapak dan martil serta batu."
KISAH 1001 MALAM ABU NAWAS

Abu Nawas dipanggil ke istana.
la diperintah Sultan (Raja) untuk mengubur jenazah bapaknya itu sebagaimana adat Syeikh Maulana.
Apa yang dilakukan Abu Nawas hampir tiada bedanya dengan Kadi Maulana baik mengenai tatacara memandikan jenazah
hingga mengkafani, menyalati dan mendo'akannya, maka Sultan bermaksud
mengangkat Abu Nawas menjadi Kadi atau penghulu menggantikan kedudukan bapaknya.
Sya'ir Abu Nawas
شعر أبو نواس
Sya'ir Abu Nawas
=============================================
إلهي لست للفردوس أهلا...
Wahai Tuhanku! Aku bukanlah ahli surga
ولا أقوى على نار الجحيم...
Tapi aku tidak kuat dalam neraka
Wahai Tuhanku! Aku bukanlah ahli surga
ولا أقوى على نار الجحيم...
Tapi aku tidak kuat dalam neraka
Abu Nawas Melawan Arus
Abu Nawas orang Persia yang dilahirkan pada tahun 750 M di Ahwaz
meninggal pada tahun 819 M di Baghdad. Setelah dewasa ia mengembara ke
Bashra dan Kufa. Di sana ia belajar bahasa Arab dan bergaul rapat sekali
dengan orang-orang Badui Padang Pasir. Karena pergaulannya itu ia mahir
bahasa Arab dan adat istiadat dan kegemaran orang Arab. Ia juga pandai
bersyair, berpantun dan menyanyi. Ia sempat pulang ke negerinya, namun
pergi lagi ke Baghdad bersama ayahnya, keduanya menghambakan diri kepada
Sultan Harun Al Rasyid Raja Baghdad.
Langganan:
Postingan (Atom)
